Satu Perwujudan dari Berjuta Mimpi


Berangkat dari suatu keprihatinan menyaksikan pemandangan di sekitar kita yang sangat ironis hingga menyesak dada. Ketika begitu banyak anak usia sekolah dengan baju seragamnya kadang masih di jam-jam sekolah, tercecer di sudut-sudut gang, di ujung-ujung jalan, di pinggir perempatan-perempatan jalan, di pusat-pusat perbelanjaan, bahkan di tempat-tempat hiburan. Bila kita mau menengok lebih kedalam lagi…di warnet-warnet, banyak sekali pelajar, yang katanya “belajar” (mencari bahan tugas, dll) tenyata justru mengakses situs-situs yang sungguh mencengangkan. Yang lebih parah lagi ketika begitu banyak anak usia Sekolah Dasar, meskipun pada hari-hari libur, lebih banyak menghabiskan uang jajan mereka, hanya untuk play station hingga bisa dibilang mereka seperti sudah kecanduan. Sungguh sebuah kejadian yang memprihatinkan.

Beberapa pengamatan atas rapuhnya kondisi moralitas ummat saat ini khususnya anak-anak dan remaja, serta masih rendahnya taraf sosial ekonomi warga masih dapat kita temui di berbagai tempat. Ini merupakan masalah yang harus segera dipikirkan dan diselesaikan. Masalah minimnya pendidikan agama dikalangan masyarakat  khususnya generasi muda menjadi salah satu sebab cara berfikir menjadi sangat dangkal dan cara berperilaku akan semakin jauh dari nilai-nilai agama dan moral.

Kejadian diatas memaksa sebuah niat, pemikiran, dan tekad untuk menciptakan lingkungan pendidikan informal. Mulanya memang belum pernah terbayang. Namun dorongan itu begitu kuat…menyesak hingga ke ulu hati. Ide dan gagasan bersama rekan sepemikiran, sehati, dan sejalan mengalir dan bersambut hingga menjadikan mimpi membangun sebuah Rumah Pintar dirasakan akan menjadi relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar kita.  Beberapa kenyataan lain seperti masih banyak rumah tangga disekitar kita  yang memiliki tingkat penghasilan rendah semakin membuat tekad ini menjadi bulat. Karena tingkat penghasilan yang rendah, bukan mustahil akan mendorong masyarakat menempatkan kebutuhan akan ilmu dan informasi sebagai prioritas akhir setelah kebutuhan fisiologis dan rasa aman mereka. Sehingga munculnya Rumah Pintar yang dapat diakses oleh seluruh anak-anak dan remaja bahkan seluruh lapisan masyarakat lainnya disekitar kita. Disamping juga akan sangat membantu keluarga-keluarga sekitar khususnya yang tidak mampu untuk dapat memperluas ilmu dan wawasannya dengan banyak membaca.

Akhirnya…dengan segala niat dan tekad yang suci untuk berbagi, dibekali dengan kemauan, semangat, dan kemampuan yang ada…kami mewujudkannya. Meski masih sangat sederhana dan segala keterbatasan…namun dengan bantuan dan peran serta dari segenap masyarakat…terwujud pula mimpi mendirikan rumah pintar itu. Rumah pintar ini kami beri nama Rumah Pintar CAHAYA.

Rumah Pintar CAHAYA mempunyai visi: JUJUR, CERDAS, KREATIF, DAN BERAKHLAK MULIA.

Smoga kehadiran rumah pintar CAHAYA akan menghantarkan anak-anak kita khususnya menjadi anak yang jujur, cerdas, kreatif dan berakhlak mulia. Selain itu semoga keberadaan rumah pintar juga dapat memfasilitasi para orang tua untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan. Sehingga  dengan sendirinya lambat laun optimalisasi potensi ekonomi, kita dan semua warga sekitar akan menjadi niscaya. Karena meningkatkan serta memperbaiki manajemen usaha atau rumah tangga secara lebih baik melalui ilmu yang kita dapatkan dari membaca buku di rumah pintar ini diharapkan juga dapat membuka akses bagi masyarakat sekitar pada sumber-sumber ekonomi yang ada.

Amien…amien…ya mujubussalim….

Be Sociable, Share!
  1. No comments yet.
(will not be published)
*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.


Skip to toolbar